Sejarah
Profil Kementerian Pertanian SejarahSEJARAH KEMENTERIAN PERTANIAN
Sumber daya alam Indonesia yang kaya dipengaruhi oleh faktor keadaan alam Indonesia yang beriklim tropis dan letak geografis di antara dua benua, Asia dan Australia serta dua samudra, Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Sehingga sektor pertanian di Indonesia menjadi sektor penting bagi perekonomian bangsa. Oleh karena itu, Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan berbagai produk dari usaha pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
Pada masa pendudukan Belanda, pada tanggal 1 Januari 1905 didirikan sebuah Departemen yang menangani bidang pertanian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 23 September 1904 No. 20 Staatsblaad 982 yang didasarkan pada Surat Keputusan Raja Belanda No. 28 tanggal 28 Juli 1904 (Staatsblaad No. 380). Direktur Pertama Departemen Pertanian adalah Dr. Melchior Treub. Pada masa penjajahan Belanda urusan pertanian ditangani oleh Departement van Landbouw (1905), Nijverheid en Handel (1911) dan Departement van Ekonomische Zaken (1934).
Sedangkan pada masa pendudukan Jepang, Gunseikanbu Sangyobu yang berperan dalam menangani urusan pertanian.
Sejak 19 Agustus 1945, sektor pertanian berada di bawah Kementerian Kemakmuran yang merupakan kabinet pertama Republik Indonesia setelah kemerdekaan, dengan Ir. R. P. Surachman Tjokroadisurjo sebagai Menteri Kemakmuran pertama. Dikarenakan situasi Indonesia pada saat itu masih kacau oleh kedatangan tentara Belanda, Kementerian Kemakmuran mendirikan cabang di Magelang yang dipimpin oleh R.M. Reksohadiprojo. Pada bulan Juli 1947, kantor dipindahkan ke Borobudur kemudian beralih ke Yogyakarta.
Dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Departemen Pertanian berubah menjadi Kementerian Pertanian.
Daftar Menteri Pertanian Indonesia
Ir. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo (30 Agustus 1894 - 16 November 1952) adalah insinyur teknik kimia pribumi pertama yang pernah menjabat Menteri Kemakmuran pada Kabinet Presidensial, Menteri Keuangan pada Kabinet Sjahrir I, dan Presiden Universitas Indonesia yang pertama setelah penyerahan kedaulatan RI.
Ir. Zainuddin Rasad adalah seorang ahli pertanian dan politisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Persediaan Republik Indonesia.
Darmawan Mangunkusumo (25 Mei 1901 - 2 Agustus 1971) adalah seorang ekonom dan insinyur Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran antara 1945 dan 1946, dalam Kabinet Sjahrir Pertama dan Kedua. Sebelum menjabat dalam kementerian, ia aktif sebagai pejabat ekonom dalam pemerintahan kolonial Belanda dan Jepang, dan aktif dalam gerakan nasionalis Indonesia semenjak ia belajar di Belanda melalui Perhimpoenan Indonesia.
Mayor Jenderal TNI (Tit.) (Purn.) dr. Adnan Kapau Gani atau biasa disingkat A.K. Gani (16 September 1905 - 23 Desember 1968) adalah seorang dokter, politisi, aktor, dan tokoh militer Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara (28 Februari 1911 - 15 Februari 1989) adalah seorang negarawan dan ekonom Indonesia. Ia memimpin Indonesia sebagai Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Selama masa Demokrasi Liberal, ia menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pertama.
Indratjahja (Kabinet Pemerintah Darurat RI 1948)
Mr. Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (10 April 1900 - 1 Agustus 1986) adalah salah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Partai Katolik Indonesia. Selain itu, beberapa kali ia menjabat sebagai Menteri setelah Indonesia merdeka. Ia jugalah yang memberi teladan bahwa berpolitik itu pengorbanan tanpa pamrih. Berpolitik selalu memakai beginsel atau prinsip yang harus dipegang teguh. Seperti yang disampaikan oleh pemimpin umum harian Kompas, Jakob Oetama, ia adalah salah satu tokoh yang menjunjung tinggi moto salus populi supremalex, yang berarti kepentingan rakyat, hukum tertinggi, yang merupakan cermin etika berpolitik yang nyaris klasik dari tangan dirinya.
Ir. H. Raden Djoeanda Kartawidjaja (14 Januari 1911 - 7 November 1963) adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir. Ia menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.
Ir. Mr. Kanjeng Pangeran Haryo Sadjarwo Djarwonagoro (03 Agustus 1917 - 06 Mei 1996) adalah seorang politikus Jawa, yang menjabat sebagai Menteri Pertanian, Menteri Urusan Agraria, dan anggota DPR dan MPR. Ia juga merupakan rektor Untag (Universitas 17 Agustus) di Jakarta. Putrinya, Isyana Sadjarwo, menjadi wakil ketua sementara DPR pada 1982.
Tandiono Manu (28 Juni 1913 - 30 Oktober 1986) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Natsir antara 1950 dan 1951, dan Menteri Perdagangan dan Industri dalam Kabinet Halim Republik Indonesia pada periode Republik Indonesia Serikat.
Suwarto
Mohammad Sardjan (4 Juni 1909 - 6 Mei 1992) adalah seorang politikus asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Wilopo dan Kabinet Burhanuddin Harahap.
Ir. Mr. Kanjeng Pangeran Haryo Sadjarwo Djarwonagoro (03 Agustus 1917 - 06 Mei 1996) adalah seorang politikus Jawa, yang menjabat sebagai Menteri Pertanian, Menteri Urusan Agraria, dan anggota DPR dan MPR. Ia juga merupakan rektor Untag (Universitas 17 Agustus) di Jakarta. Putrinya, Isyana Sadjarwo, menjadi wakil ketua sementara DPR pada 1982.
Eny Karim (27 Oktober 1910 - 5 September 1995), adalah seorang pejuang, politisi dan menteri Indonesia. Dia pernah menjabat Menteri Pertanian dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II, dan sempat menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara pada tahun 1963.
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Abdul Azis Saleh (20 September 1914 - 3 April 2001) adalah dokter dan politikus Indonesia yang pernah 9 tahun menjabat sebagai menteri, sejak Kabinet Djuanda sampai Kabinet Dwikora I. Salah seorang penandatangan Petisi 50 ini menamatkan pendidikan kedokterannya di Geneeskunde Hogeschool (GHS) pada tahun 1942.
T. Sukarno
Drs. Franciscus Xaverius Seda (4 Oktober 1926 - 31 Desember 2009) adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia.
Dalam pemerintahan, posisi yang pernah diembannya antara lain adalah Menteri Perkebunan dalam Kabinet Kerja IV (1963-1964) dan Menteri Keuangan (1966-1968) sewaktu awal Orde Baru, serta Menteri Perhubungan (1968-1973) dalam Kabinet Pembangunan I.
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Sutjipto (lahir 1926) merupakan seorang perwira tinggi, politikus, dan akademisi dari Indonesia. Jabatan terakhirnya dalam lingkungan pemerintahan adalah sebagai Menteri Pertanian dari tahun 1966 hingga 1968.
Tojib Hadiwidjaja (12 Mei 1919 - 12 Desember 2002) adalah Menteri Pertanian dalam Kabinet Pembangunan I dan Kabinet Pembangunan II dengan masa bakti mulai tahun 1968 hingga tahun 1978. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perkebunan pada tahun 1967 hingga tahun 1968 dan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 1962 hingga 1964, selain itu ia juga pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Luksemburg pada tahun 1965 hingga tahun 1966.
Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetro (15 Juli 1921 - 10 Juni 1988) adalah Menteri Pertanian pada Kabinet Pembangunan III pada pemerintahan Presiden Soeharto. Sebelumnya, Ia adalah Guru Besar di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang dikukuhkan pada tahun 1970. Selain sebagai Menteri Pertanian dan Guru Besar Pertanian, ia juga dikenal sebagai mantan Ketua Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia).
Ir. Achmad Affandi (27 Oktober 1927 - 29 Desember 1990) adalah menteri pertanian di Kabinet Pembangunan IV pada tahun 1983-1988. Ia memiliki prinsip bahwa tugas pokoknya hanya 3 yaitu melestarikan swasembada, meningkatkan devisa, dan memperluas lapangan kerja.
Wardojo (20 Agustus 1933 - 27 Juli 2008) adalah Menteri Pertanian Indonesia pada Kabinet Pembangunan V pada tahun 1988 hingga tahun 1993 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Sebelumnya, Ia menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras pada Kabinet Pembangunan IV tahun 1983 hingga tahun 1988. Wardojo yang menerima Bintang Mahaputra Utama dan Adipradana ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Prof. Dr. Sjarifuddin Baharsjah, M.Sc. (16 Mei 1932 - 15 Januari 2021) adalah seorang tokoh pertanian Indonesia serta akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian Indonesia dan Ketua Independen Food and Agriculture Organisation (FAO).
Prof. Dr. Hj. Justika Baharsjah (lahir 7 Mei 1937) adalah seorang akademikus, aktivis pertanian dan mantan menteri Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Pertanian pada Kabinet Pembangunan VII dan Menteri Sosial pada Kabinet Reformasi Pembangunan Justika juga dikenal sebagai seorang akademisi yang mengajar di Institut Pertanian Bogor. Sebagai seorang aktivis, Justika aktif di beberapa organisasi, di antaranya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Meteorologis Pertanian serta Independent Chairman (Ketua Badan Pengawas) di Food and Agriculture Organisation (FAO).
Prof. Dr. Ir. Soleh Solahuddin (12 April 1944 - 17 November 2014) adalah akademisi bidang pertanian dan politisi. Ia adalah mantan Menteri Pertanian periode 1998 - 1999 pada Kabinet Reformasi Pembangunan, setelah itu dia digantikan oleh Muhammad Prakosa, pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Setelah tak menjabat lagi sebagai Menteri ia menjabat sebagai Menteri ia berprofesi sebagai Guru Besar / Dosen Fakultas Pertanian, IPB, Soleh Salahuddin pernah menjadi Ketua ICMI untuk daerah Lampung.
Ir. Mohamad Prakosa, M.Sc., Ph.D. (4 Maret 1960 - 17 Januari 2023) adalah seorang politisi, akademisi, diplomat dan mantan birokrat berkebangsaan Indonesia. Puncak kariernya sebagai politisi adalah sebagai Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan pada Kabinet Gotong Royong, anggota DPR-RI selama tiga periode, dan terakhir adalah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia sampai wafatnya.
Prof. Dr. Bungaran Saragih Garingging (lahir 17 April 1945) adalah Menteri Pertanian pada Kabinet Gotong Royong. Ia lulus S1 pada tahun 1971 dari IPB University dan meraih gelar doktor di bidang ekonomi dari North Carolina State University, Amerika Serikat pada tahun 1980. Prof. Bungaran juga dikenal sebagai Ketua Dewan Redaksi Majalah Agrina.
Dr. Ir. Anton Apriyantono, M.S. (lahir 5 Oktober 1959) adalah Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009, dan anggota dewan Komite Inovasi Nasional periode 2010-2014. Ia adalah staf pengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak tahun 1982 hingga 2011.
Dr. Ir. H. Suswono, M.M.A. (lahir 20 April 1959) adalah politikus yang menjabat Menteri Pertanian Indonesia antara 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI untuk periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Suswono menjadi anggota DPR melalui Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX dan dipercaya membidangi bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan di Komisi IV.
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. (lahir 27 April 1968) adalah seorang pengusaha berkebangsaan Indonesia yang menjabat Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023 setelah sebelumnya memangku jabatan itu dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019. Sebelum menjadi menteri, ia adalah pemimpin Tiran Group, sebuah perusahaan konglomerat yang bermarkas di Makassar ini sebagian besar beroperasi di Indonesia Timur menjadikannya menteri terkaya yang diangkat ke kabinet baru.
Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. (lahir 16 Maret 1955) adalah Menteri Pertanian Indonesia ke-28 yang menjabat sejak tanggal 23 Oktober 2019 hingga 6 Oktober 2023. Ia merupakan seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sejak tanggal 8 April 2008 hingga 8 April 2018. Ia memenangi pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2007 dan 2013 bersama pasangannya Agus Arifin Nu'mang.
H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c.) (lahir 27 November 1974) adalah Kepala Badan Pangan Nasional Indonesia yang pertama. Arief dilantik pada tanggal 21 Februari 2022 oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Ia pernah menjabat pula sebagai Pelaksana Tugas Menteri Pertanian periode 6 s.d 25 Oktober 2023.
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. (lahir 27 April 1968) adalah seorang pengusaha berkebangsaan Indonesia yang menjabat Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023 setelah sebelumnya memangku jabatan itu dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019. Sebelum menjadi menteri, ia adalah pemimpin Tiran Group, sebuah perusahaan konglomerat yang bermarkas di Makassar ini sebagian besar beroperasi di Indonesia Timur menjadikannya menteri terkaya yang diangkat ke kabinet baru.