KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Perkuat Pasokan Air untuk 1.000 Hektare Sawah Karawang yang Terancam Kekeringan

Foto Artikel
2026-08-24 08:14:58 M. Digi

Karawang – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) memperkuat pasokan air untuk menjaga keberlangsungan sekitar 1.000 hektare sawah di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang terdampak kekeringan. Penanganan dilakukan melalui pembenahan jaringan irigasi, normalisasi saluran, serta dukungan pompa air agar petani tetap dapat melanjutkan masa tanam.

Upaya tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi dan Mitigasi Penanganan Kekeringan yang digelar di Karawang pada Sabtu (15/8/2026). Pertemuan melibatkan jajaran Kementan, KemenPU, Pemerintah Kabupaten Karawang, Perum Jasa Tirta (PJT), serta perwakilan kelompok tani dari wilayah terdampak, termasuk Cibuaya dan Pakisjaya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penanganan kekeringan harus dilakukan sebelum dampaknya semakin meluas dan mengganggu produksi pangan.

“Mitigasi harus dilakukan sebelum terjadi kekeringan. Jangan menunggu sawah kering baru bergerak. Semua sumber daya harus digerakkan agar air tersedia dan produksi pangan tetap aman,” tegas Mentan Amran.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, mengatakan pemerintah memprioritaskan pemulihan aliran air melalui normalisasi saluran dalam jangka pendek, sekaligus memperbaiki jaringan tersier yang rusak untuk menjaga keberlanjutan pengairan dalam jangka menengah.

“Untuk jangka pendek, fokus utama kita adalah melakukan normalisasi di seluruh saluran irigasi agar dalam waktu dekat air bisa mengalir dan sampai ke sawah petani. Sementara untuk jangka menengah, Kementan memetakan jaringan tersier yang rusak di Kabupaten Karawang untuk diperbaiki. Setelah perbaikan selesai, kami berharap perawatan dilakukan oleh kelompok tani atau petani agar jaringan tersier yang diperbaiki terawat dan terpakai untuk jangka panjang,” ujar Hermanto.

Untuk memperkuat ketersediaan air di lahan terdampak, Kementan juga menyiapkan dukungan pompa air dan alat mesin pertanian. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengatakan intervensi tidak hanya difokuskan pada 1.000 hektare di Pakisjaya, tetapi diarahkan untuk menjangkau wilayah lain yang terdampak kekeringan di Jawa Barat.

“Penanganan kekeringan ini bukan hanya untuk 1.000 hektare yang ada di Pakisjaya saja, tetapi mencakup seluruh wilayah terdampak di Jawa Barat. Sebagai bentuk komitmen nyata, Kementan menyiapkan bantuan 103 unit pompa air serta 20 unit traktor roda dua (TR2) untuk memperkuat operasional petani di lapangan,” ujar Andi Nur Alam Syah.

Dari sisi infrastruktur sumber daya air, KemenPU bersama PJT melakukan normalisasi saluran untuk membuka kembali jalur distribusi air menuju persawahan. Pengerjaan mencakup penanganan sedimentasi pada saluran primer dan sekunder, pemasangan penahan sampah (cross barrier), serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan debit air waduk.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengatakan sedimentasi menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

“Harus ada komitmen yang kuat dari para petani: ketika waktunya tanam ya tanam, jangan mundur agar air tidak banyak terbuang sia-sia. Permasalahan utama di lapangan adalah sedimentasi di saluran sekunder dan primer. Saat ini sudah ada 7 alat berat diterjunkan untuk saluran primer dan 2 untuk sekunder,” ujar Arnold.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan menegaskan komitmen daerah untuk mempertahankan lahan pertanian Karawang.

“Karawang berkomitmen sawah tetap menjadi sawah, tidak akan diubah menjadi kawasan perumahan atau industri. Petani Karawang hanya membutuhkan air untuk menanam. Karawang juga siap menaikkan Indeks Pertanaman (IP) asal sarana dan prasarana siap. Kami meminta BBWS dan PJT untuk betul-betul fokus terhadap Karawang dan melakukan action yang cepat,” ujar Aep.

Melalui pembenahan jaringan irigasi dan penguatan pasokan air tersebut, pemerintah berupaya memastikan 1.000 hektare sawah terdampak di Pakisjaya tetap mendapatkan dukungan pengairan sehingga petani dapat mempertahankan masa tanam dan produksi pangan di tengah ancaman kekeringan.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset